Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Seluruh dokter khususnya dokter spesialis berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), dilarang melakukan praktik di tempat lain di saat jam dinas/kerja pukul 08.00-16.00 WIB. Larangan itu berlaku mulai Senin 7 September 2020 sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

“Kalau mau buka praktik atau kerja di rumah sakit (RS) swasta, silahkan malam hari, di luar jam dinas. Karena itu haknya dokter. Tapi khusus jam kerja, seluruh dokter spesialis kami larang beraktifitas di tempat lain,” tegas Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, didampingi Wakilnya, Darwin Sitompul, dalam konfrensi pers mereka, Jumat (4/9).

Menurutnya, instruksi itu untuk mengoptimalkan kinerja tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tapteng. Maka jam kerja dokter (Sabtu dan Minggu) juga akan dioptimalkan, karena kesehatan tidak mengenal libur.

”Orang sakit tak mungkin libur Sabtu atau Minggu dan tak mungkin juga sakitnya diundur. Begitu juga orang yang mau melahirkan tak mungkin diundur. Maka itu, jadwal piket malam dokter spesialis yang berstatus PNS maupun kontrak di Rumah Sakit Umum (RSU) Pandan akan diatur,” ujar Bakhtiar.

Bakhtiar meyakini, para dokter tidak akan berani melanggar aturan terkait larangan bekerja di tempat lain pada jam kerja, karena hal tersebut sudah menjadi kesepakatan. Terlebih para dokter tersebut sudah dikuliahkan tugas belajar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, sehingga kewajiban bagi mereka untuk mengabdi kepada masyarakat Tapteng, Bangsa dan Negara.

“Maka itu, kita pastikan para dokter spesialis masuk kerja tiap hari, kecuali Sabtu dan Minggu. Mereka akan kita buat bergantian, karena mereka juga manusia dan punya keluarga,” tukasnya.

Bakhtiar juga menyakini semua akan berjalan baik, sebab alat-alat kesehatan di RSU Pandan juga sudah cukup lengkap dan layak digunakan. Sehingga para pasien pun diharapkan agar tidak dirujuk ke rumah sakit lain, begitu juga dengan Puskesmas supaya jangan secepatnya langsung merujuk pasien.

“Jangan juga ada pasien yang terlantar di RSU Pandan,, karena hampir 2 tahun, orang yang mendampingi pasien kita berikan makan gratis 3 kali satu hari. Intensif dokter juga kalau kurang, kita tambah. Yang penting bagi kami, masyarakat bisa terlayani dengan baik,” jelasnya.

Namun untuk memastikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat, Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh tenaga medis yang bertugas di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) untuk tidak menggunakan telepon selular (Handphone/HP) saat jam kerja di RSU Pandan.

“Saya sudah dengar keluhan masyarakat, ada tenaga medis yang bermain HP pada jam kerja. Tenaga medis di UGD harus menyimpan HP pada jam kerja,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur RSU Pandan, Rikky Nelson Harahap, menerangkan perihal jumlah tenaga medis atau dokter spesialis yang tengah dimiliki RSU Pandan. Tercatat ada sebanyak 17 orang, diantaranya dokter spesialis Patologi Klinik, Anestesi, Jiwa, Anak, Kandungan, Bedah, Penyakit Dalam, Saraf, Jiwa dan Paru.

“Kemudian, Mata, Radiologi, Jantung, Bedah Mulut, THT, Terapi Intensif, serta Spesialis Kulit dan Kelamin,” tuturnya.

Turut dalam konferensi pers itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapteng, Hendri Susanto Lumbantobing, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas), Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tapteng, serta 6 orang dokter spesialis berstatus PNS. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *