Sibolga, seputartapanuli.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), menyelamatkan dana desa tahun anggaran (TA) 2020 sebesar Rp6,9 miliar.

Dana desa itu diselamatkan dari tangan kontraktor/pengusaha/pihak ketiga karena tidak sanggup memenuhi kewajiban pengadaan alat kesehatan (Alkes) 95 desa di Tapteng.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga, Henri Nainggolan mengatakan, pengembalian dana desa itu terjadi karena masyarakat tidak menemukan pengadaan alkes di masing-masing desa sesuai yang telah dianggarkan oleh Kepala Desa (Kades) sebelumnya.

Tim Kasi Intel Kejari Sibolga kemudian turun ke lapangan melakukan pemeriksaan dan selanjutnya memanggil dan mempertemukan Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kades dan pihak ketiga (Perusahaan) untuk membicarakan terkait pengembalian dana tersebut.

“Awalnya memang dana itu akan diperuntukkan untuk pembelian alkes, namun pihak ketiga (Perusahaan) gagal memenuhi permintaan Kades sebagaimana yang telah direncanakan dalam pembelian, sehingga akhirnya dana tersebut harus dikembalikan,” ucapnya.

Henri tidak memungkiri, berdasarkan data jumlah desa di Tapteng tercatat ada sebanyak 159 desa, namun dari jumlah itu terdata cuma 95 desa yang menganggarkan pengadaan alkes tersebut dan masing-masing desa menganggarkan Rp73 juta lebih.

“Kejari Sibolga akan tetap komitmen melakukan pencegahan korupsi di Pantai Barat Sumatera. Uang negara harus benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kalau enggak bisa digunakan, ya harus dikembalikan. Satu rupiah pun tidak boleh ada yang tinggal,” tukasnya.

Setelah menerima pengembalian dana desa sebesar Rp6,9 miliar lebih dari pengusaha itu, pihak Kejari Sibolga selanjutnya mentransfer dana itu ke masing-masing Kades lewat pihak BRI untuk nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh ke-95 desa.

“Masyarakat jangan salah persepsi, di sini tidak ada yang lain-lain, murni demi penyelamatan uang negara, dan tidak sepeserpun kami memegang uang. Kalau masih bisa dicegah, untuk apa harus sampai ada korban (Tahanan),” tutup Henri. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *