Pangdam I/BB, Mayjend TNI Hassanudin saat memberikan sambutan diacara ramah tamah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Nias Selatan, Sumut, Rabu (1/9). (seputartapanuli/dok penrem 023/ks)

Teluk Dalam, seputartapanuli.com – Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB), Mayjend Hassanudin mengungkapkan apresiasinya dan rasa bangganya terhadap keindahan pulau Nias, khususnya Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut).

“Kabupaten Nias Selatan memiliki wisata yang sangat indah dan budaya serta adat istiadat yang sangat menarik dan memesona. Tidak kalah keindahannya dengan daerah lainnya yang ada di Indonesia. Pesisir pantainya berpotensi sekali menjadi kawasan wisata dengan bukit-bukitnya yang menghijau,” kata Mayjend Hassanudin pada acara ramah tamah di Pendopo Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Nias Selatan di Teluk Dalam, Rabu (1/9).

Potensi tersebut kata mantan Wakil Asisten Perencanaan (Waasrena) Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) ini, harus dikembangkan dengan baik ke depannya, sehingga menjadi daya tarik untuk para wisatawan. Ditambah lagi keberadaan Desa Wisata Lompat Batu yang sudah mendunia, sehingga menambah keindahan Pulau Nias dan sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bupati Nias Selatan serta jajarannya yang telah menyambut kami beserta rombongan dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Bahkan tadi sore, saya dan rombongan juga menerima suatu kehormatan dengan dilaksanakannya acara penyematan pakaian adat kebesaran Nias. Dengan demikian, kami sudah dianggap sebagai warga Nias dan ini adalah suatu hal yang luar biasa,” imbuh Hassanudin, alumni Akademi Militer (Akmil) dari Kecabangan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) tahun 1989 ini.

Pada kesempatan itu, lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Susreg XLI 2003 ini menyampaikan permintaan maafnya karena baru bisa datang ke Pulau Nias. Hal itu kata dia, terjadi karena banyaknya kegiatan yang dihadapkan dengan penanganan Pandemi Covid-19.

“Dengan kondisi Pandemi Covid-19 yang belum usai ini, saya berharap agar kita menyesuaikan dengan norma kehidupan baru, seperti melakukan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas di luar rumah,” tuturnya.

Apabila sambung mantan Pangdam Iskandar Muda (IM) ini, ada saudara atau keluarga yang terpapar Covid-19, supaya jangan dikucilkan. Karena penyakit itu tegas dia, bukan lah aib.

“Namun, perlu partisipasi dan pemahaman kita semua pihak, agar penularannya tidak terjadi, mari lindungi diri dan keluarga,” pungkas Mayjend Hassanudin, pria kelahiran Palembang pada 56 tahun silam ini.

Diakhir acara ramah tamah, Mayjend Hassanudin menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan tenaga kesehatan (Nakes) Kabupaten Nias Selatan.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Nias Selatan, Ikhtiar Duha, pada acara ramah tamah itu, mendoakan Pangdam Mayjend Hassanudin senantiasa diberkati Tuhan dalam memimpin Kodam I/BB. (Jhonny Simatupang/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *