Sibolga, seputartapanuli.com – Sebuah gedung pendidikan (sekolah) di pintu angin, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) disatroni pencuri pada Minggu (7/2) sore lalu.

Akibatnya sejumlah barang berharga berupa alat-alat kesenian sekolah, berupa 1 unit Guitar Akustik, 1 unit Keyboard, 1 unit efek Guitar, 1 unit Laptop dan 1 unit CCTV hilang dengan nilai kerugian sekitar Rp 20.027.000.

Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin dalam keterangannya melalui Kapolres, AKBP Triyadi mengatakan, pencuri tersebut telah berhasil ditangkap oleh Personil Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sibolga pada Minggu (14/2) dini hari lalu sekira pukul 03.00 WIB. Pencuri tersebut berinisial FBSM alias BB alias G, 25, warga Jalan Teratai Pintu Angin, Kelirahan Sibolga Ilir.

“Terduga pelaku berinisial FBSM ini ditangkap di Jalan R Suprapto,” kata Sormin, Senin (22/2).

Sormin mengatakan, penangkapan terduga pelaku pencurian yang pernah dihukum dalam kasus Narkotika pada 2019 selama 1,5 tahun ini atas laporan pengaduan Adrianus Siringo, 44, selaku Aparat Sipil Negara (ASN) di sekolah itu Senin (8/2) sekira pukul 15.30 WIB atau sehari paska aksi pencurian itu.

Adrianus yang tinggal di Desa Mela II, Dusun IV Pancur Sikkip, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ini sebelumnya mendapat laporan dari stafnya bahwa kantor mereka telah dimasuki oleh orang tak dikenal dari kusen lobang angin ruangan seni dan mengakibatkan sejumlah barang inventaris sekolah berupa Guitar Akustik, Keyboard, Efek Guitar, Laptop dan CCTV hilang.

“Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim AKP D Harahap, memerintahkan unit Opsnal (Buser) melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, Minggu (14/2) dini hari sekira pukul 03.00 WIB, Personil Satreskrim berhasil mengamankan terduga pelakunya, FBSM, saat berdiri di sebuah warung di Jalan R Suprapto,” ucap Sormin.

Setelah berhasil diamankan, terduga pelaku FBSM kepada polisi sebut Sormin, mengakui perbuatannya tersebut dengan maksud untuk memilikinya. Terduga pelaku FBSM juga mengakui bahwa perbuatan itu dilakukannya seorang diri dengan menggunakan alat-alat tertentu.

“Atas perbuatan itu, terduga pelaku FBSM ini terancam pasal 363 ayat (1) ke 5e subsider pasal 362 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” tukas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *