Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – PSH, 24, perempuan manis berambut panjang dengan tinggi sekitar 140 centimeter (cm) ini, ditangkap unit Kejahatan dan Kekerasan Satuan (Jatanras) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), karena telah melakukan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Ia ditangkap pada Minggu lalu (23/8) sekira pukul 21.30 WIB, di Jalan S Parman, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga. Penangkapannya atas laporan pengaduan perempuan yang dikenalnya, Lila Purwanti Sitompul, 35, warga Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Tapteng.

Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifiato, melalui Paur Humas, Iptu R Sinurat mengatakan, kasus ini bermula ketika korban Lila Purwanti Sitompul selaku Pelapor diberitahu anaknya, Lisdaria Manalu, 5, bahwa Handphone (HP) miliknya jenis Android seharga Rp2,9 juta dipinjam oleh PSH, warga Lorong IV, Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik, Tapteng. Kemudian Lila mencoba menelepon ke nomor HP nya tersebut, namun tidak diangkat oleh PSH.

“Lila pun  pergi mencari keberadaan PSH. Selang beberapa hari, Lila akhirnya bertemu dengan PSH,” kata Sinurat dalam keterangannya, Selasa (25/8).

Namun sambung Sinurat, disaat Lila menanyakan keberadaan HP nya tersebut,  PSH menjawab bahwa HP itu berada pada suaminya, Risky Riady. PSH malah meminta tolong lagi supaya Lila meminjamkan uangnya sebesar Rp1 juta dengan alasan bahwa ia akan berangkat bekerja ke Malaysia.

“Karena PSH mendesak terus, maka Lila memberikan uang dimaksud,” imbuh Sinurat.

Beberapa hari kemudian lanjut Sinurat, Lila bertemu dengan Risky dan mempertanyakan keberadaan HP nya tersebut. Namun Risky menjawab bahwa HP tersebut tidak ada padanya dan sudah digadaikan istrinya PSH di Jalan Murai, Sibolga.

“Mendengar itu, Lila lalu meminta Risky mengantarkannya ke tempat penggadian HP nya tersebut. Namun Risky tidak dapat menunjukkan dimana istrinya PSH menggadaikan HP tersebut,” tuturnya.

Lila ungkap Sinurat, akhirnya membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tapteng. Dan Minggu (23/8) sekira pukul 21.30 WIB, PSH berhasil diamankan petugas di Jalan S Parman, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga.

“PSH lalu dibawa ke Polres Tapteng dan dalam prosesnya dia diancam pasal 372 dan/atau pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” tukas Sinurat. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *