Tim Gugus Tugas Covid-19 PPKM Mikro, Kecamatan Sukabangun, Tapteng, saat menguburkan jenajah seorang pasien Covid-19, Minggu (15/8), di Dusun I, Desa Pulopakat, Kecamatan Sukabangun. (seputartapanuli/dok humas polres tapteng)

Tapanuli Tengah, seputartapanuli.com – Seorang pasien kanker tulang yang dirawat di rumah sakit umum (RSU) Metta Medika Sibolga berinisial RSS, 19, meninggal dunia dan dimakamkan secara protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, Minggu (15/8).

Pemakaman pasien dengan gender laki-laki ini terpaksa dilakukan secara prokes karena selain mengidap kanker, pasien ini juga dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR pihak rumah sakit tersebut.

Pemakaman dilakukan langsung oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sibabangun bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 PPKM Mikro, Kecamatan Sukabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Minggu (15/8) di Dusun I, Desa Pulopakat, Kecamatan Sukabangun.

Menurut Kapolsek Sibabangun, Iptu Dela Antomi didampingi Kasubbag Humas Polres Tapteng, AKP Horas Gurning, sebelumnya, almarhum sempat dirujuk ke RSU Metta Medika pada 8 Agustus 2021 lalu. Dari hasil tes swab antigennya, almarhum sempat dinyatakan negatif, namun dinyatakan positif Covid-19 sehari kemudian atau tepatnya 9 Agustus 2021, berdasarkan hasil tes PCR Covid-19. Sehingga almarhum terpaksa dipindahkan ke ruang perawatan isolasi rumah sakit tersebut dan meninggal pada 15 Agustus 2021.

“Adapun almarhum ini sebelumnya mengidap penyakit kanker tulang di bagian lutut sebelah kanan selama lebih kurang 5 bulan. Hal itu menyebabkan almarhum tidak bisa berdiri dan terpaksa harus dirujuk ke RS Metta Medika,” ujar Antomi.

Oleh karena hasil tes PCR almarhum positif Covid-19 lanjut Antomi, pemakaman jenazah almarhum terpaksa dilakukan secara prokes dan dipantau langsung oleh perangkat pemerintah Kecamatan Sukabangun yang dihadiri oleh personil Polisi dan TNI, Kepala Puskesmas (Kapus) Pulo Pakkat, Kepala Desa (Kades) dan aparat Desa Pulo Pakkat.

Selanjutnya, Tim Gugus Tugas Covid-19 PPKM Mikro Sukabangun akan melaksanakan 3T (testing, tracing dan treatment) kepada pihak keluarga serta warga lainnya yang memiliki kontak erat dengan almarhum.

“Sekaligus menghimbau dan mengajak masyarakat supaya lebih mematuhi prokes pemerintah,” tukas Antomi. (Jhonny Simatupang/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *