Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), menertibkan lima orang Wanita Rawan Sosial (WRS) dari kedai/warung minuman tradisionil khas Batak (Tuak) di Kecamatan Tapian Nauli, Selasa (15/9).

Kelima orang WRS tersebut ditertibkan dari dua warung tuak milik warga, yakni warung tuak milik Simanjuntak dan warung tuak milik Boru Simbolon di Jalan PLTU Labuan Angin.

Kelimanya masing-masing berinisial RM, 23, SP, 23, MM, 38, RH, 30, dan RM, 31. Dua orang diantaranya merupakan warga Perbaja, Kelurahan Bajamas, Kecamatan Sirandorung, dua orang lainnya tinggal di masing-masing warung tuak tersebut dan satu orang lainnya warga Kecamatan Sarudik.

Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang menerima laporan penertiban kelima WRS dari Kepala Satpol PP Tapteng, Jontriman Sitinjak, langsung melakukan sidak ke kantor Satpol PP, Rabu (16/9). Disana dia menemui kelima WRS tersebut dan memberikan nasehat dan penegasan.

“Dari kelima WRS itu, satu orang diantaranya akan di cek kembali kebenarannya. Sementara empat orang lainnya akan dikirim ke Rehabilitasi Parawasa di Berastagi, Kabupaten Karo dan keluarganya akan dipanggil,” kata Bakhtiar, dalam keterangannya usai sidak ke kantor Satpol PP Tapteng tersebut.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat Tapteng untuk mendukung pemberantasan tempat-tempat maksiat di Tapteng. Dia juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat Tapteng untuk ikut bekerja sama memberikan informasi jika melihat ada tempat-tempat maksiat di wilayah masing-masing. Menurutnya, modus baru warung tuak sekarang ini cenderung menyediakan WRS sebagai pelayan.

“Infomasi dapat disampaikan kepada Pemkab Tapteng, Kepolisian, TNI, Pemerintah setempat, atau melalui media sosial seperti Whatsapp (WA). Juga jika melihat tempat-tempat narkoba, perjudian seperti Togel atau sejenisnya, laporkan,” tukasnya.

Masyarakat juga diharapkan jangan takut untuk memberikan informasi. Menurutnya, informasi itu akan dikoordinasikan langsung kepada Kapolres, Bupati, Kajari, Dandim, Pengadilan, dan lainnya, untuk mendukung membersihkan tempat-tempat tersebut.

“Kita juga berharap kepada pihak Kepolisian dan Satpol PP untuk bisa duduk bersama dengan Jaksa agar kiranya dapat mempidanakan penyedia tempat-tempat maksiat. Dan ini sedang kita pikirkan,” tegas Bakhtiar.

Kepala Satpol PP Tapteng, Jontriman Sitinjak, melalui Kepala Bidang (Kabid) Satpol PP, Panuturi Simatupang menyebutkan, razia yang dilakukan oleh Satpol PP Tapteng hingga berhasil mengamankan kelima WRS tersebut atas laporan warga kepada pihak Satpol PP Tapteng karena merasa kenyamanan dan keamanan rumah tangganya terganggu lantaran suaminya setiap malam pergi ke warung tersebut.

“Satpol PP pun langsung bertindak cepat sebagaimana Satpol PP senantiasa melakukan razia sesuai Instruksi Bupati sebelumnya. Razia itu dilakukan untuk pembinaan dan melindungi para wanita dari kondisi WRS, disamping agar tidak ada lagi tempat-tempat maksiat di Tapteng,” tutur Panuturi. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *