Sibolga, SeputarTapanuli.com – Sepasang pengantin yang belum lama menikah dikabarkan terpaksa harus menjalani isolasi di gedung isolasi COVID-19 milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga di wisma atlet Aek Parombunan di Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.

Pasangan pengantin baru ini merupakan kelompok kedua yang dibawa dan diisolasi oleh Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Sibolga di wisma atlet Aek Parombunan pada Jumat, 20 Juni 2020 malam lalu. Kelompok pertama berjumlah sebanyak 13 orang, sementara kelompok kedua yang didalamnya terdapat pasangan pengantin baru ini berjumlah sebanyak delapan orang.

Pasangan pengantin baru ini merupakan keluarga langsung dari pasien NS,67, yang dinyatakan Positif COVID-19 hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Sakit NS diduga berasal dari pesta pernikahan pasangan pengantin baru ini saat melangsungkan pesta pernikahan di Pargodungan, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 19 Juni 2020 lalu.

NS sendiri dinyatakan Positif COVID-19 oleh RSU Tarutung pada 24 Juni 2020. Sehari sebelumnya atau tepatnya Selasa 23 Juni 2020 sekira pukul 20.50 WIB, NS datang berobat ke ruang Instensif Gawat Darurat (IGD) RSU FL Tobing Sibolga dan keesokan harinya dia dirujuk ke RSU Tarutung. Selama perawatan di RSU FL Tobing, NS dua kali dinyatakan reaktif COVID-19 hasil rapid test.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Sibolga, Firmansyah Hulu, mengatakan dengan masuknya delapan orang lagi warga pada malam itu, maka total jumlah warga yang diisolasi di wisma atlet Aek Parombunan terkait kasus NS, sebanyak 21 orang.

“Tapi untuk total keseluruhan warga yang diisolasi di wisma atlet Aek Parombunan Sibolga hingga Selasa, 30 Juni 2020 tercatat sebanyak 23 orang. Karena paska itu, tim Gugus Tugas kembali mengisolasi dua orang warga lainnya yang berasal dari luar daerah yang gagal menyeberang ke pulau Nias,” kata Firman, Selasa (30/6).

Firman mengakui sejak masuknya ke 23 warga tersebut, ruang isolasi di wisma atlet Aek Parombunan Sibolga kini hampir penuh. Ruang isolasi yang tersisa tinggal dua unit.

“Tapi syukur¬†Alhamdulillah, mereka yang disana dalam keadaan sehat. Begitu juga pasien NS yang dirawat di RSU Tarutung, kabarnya sudah berangsur membaik,” ujarnya. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *