Sibolga, SeputarTapanuli.comShowroom Garuda Honda di Jalan Junjungan Lubis, Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, nyaris ludes terbakar pada Minggu (7/2) pagi tadi sekira pukul 06.00 WIB. Showroom ini merupakan showroom legendaris yang sudah berdiri puluhan tahun dan kabarnya yang pertama di Kota Sibolga.

Belum diketahui pasti dari mana sumber api yang nyaris membakar ludes showroom legendaris tersebut. Pihak kepolisian dari Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sibolga dan SPKT telah turun melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki sumber api serta memasang Police Line.

“Api yang nyaris membakar showroom itu berhasil dipadamkan tidak lama kemudian setelah satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sibolga datang ke lokasi,” kata Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, dalam keterangannya atas nama Kapolres, AKBP Triyadi, perihal kebakaran itu.

Pada saat peristiwa itu, pemilik showroom, Handiki, 56, masih tidur di lantai II (dua) showroom. Kebetulan showroom itu juga dijadikan Handiki sebagai rumah tinggalnya bersama keluarganya. Showroom itu sendiri berada di lantai I (satu), sehingga Handiki sama sekali tidak mengetahui dari mana asal api.

Handiki pun baru tahu kebakaran itu setelah dia terbangun dan turun ke lantai I untuk melihat situasi tempat dimana dia meletakkan dan menjual sepeda motor (septor) baru miliknya dan sekaligus juga tempat dimana dia menjadikan lantai I itu sebagai bengkel perbaikan septor dan tempat administrasi penjualan septornya.

Handiki sendiri terbangun dan mengetahui showroom nya terbakar, setelah ia mendengar teriakan tetangganya yang juga menggedor-gedor pintu atas lantai II rumahnya yang memberitahukan bahwa showroom mereka yang berada di lantai I telah terbakar.

“Pada saat di lantai I, Handiki melihat keadaan lantai I sudah dipenuhi dengan kepulan asap dan api. Dia pun saat itu juga langsunh memecahkan kaca yang berada di pintu masuk samping showroom dan mencoba memadamkan api dengan menggunakan racun api,” tutur Sormin.

Handiki diperkirakan mengalami kerugian sekira Rp10 juta atas terbakarnya 1 unit komputer beserta 1 unit CPU dan perlengkapan showroom lainnya, seperti kursi, meja dan dokumen kendaraan. Sementara korban jiwa tidak ada, begitu juga unit septor tidak yang terbakar.

“Disela peristiwa itu, Personil Polres Sibolga dan Bhabinkamtibmas yang turun ke lokasi, selain melakukan pengamanan dan membantu memadamkan api, tetap mengimbau warga sekitar agar tidak berkumpul-kumpul (kerumunan) supaya tidak tercipta klaster baru COVID-19,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *