Sibolga, SeputarTapanuli.com – Takut ditebas parang, pasangan sejoli Syaid Rahman Panjaitan dan pacarnya terpaksa merelakan Handphone (HP/Ponsel) mereka diambil oleh dua orang perampok bertopeng di Bukit Tangga 100 Sibolga pada Sabtu (16/1) sore lalu sekira pukul 17.00 WIB.

Syaid dan pacarnya saat itu sedang asyik duduk berduaan menikmati panorama alam Bukit Tangga 100 dan perairan laut Teluk Tapian Nauli Sibolga dari lokasi wisata itu. Tiba-tiba mereka didatangi dua orang pria bertopeng dan salah satu diantaranya memegang parang.

Kedua pria bertopeng itu kemudian mengancam Syaid dan pacarnya supaya mau menyerahkan barang-barang mereka. Karena berada dibawah ancaman parang, Syaid dan pacarnya kemudian merelakan HP mereka diambil kedua pria bertopeng tersebut.

Pasalnya, pada saat itu juga, pria bertopeng yang memegang parang mengancam akan menebas Syaid dan pacarnya jika tidak mau memberikan barang-barang mereka. Sehingga Syaid dan pacarnya pun bersedia memberikan HP mereka berdua bahkan sampai dengan nomor PIN HP mereka.

“Diam kalian, ku tallik (Tebas) nanti kalian, serahkan barang kalian” begitu nada ancaman yang disampaikan pria bertopeng yang memegang parang saat itu kepada Syaid dan pacarnya.

Orang tua Syaid, Syawal Panjaitan, 60, pun tidak terima dengan peristiwa yang menimpa anaknya tersebut. Dia lalu mendatangi Polres Sibolga dan melaporkan kasus itu pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sibolga, AKP D Harahap, langsung memerintahkan unit Opsnal (Buser) untuk melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sekitar satu setengah jam kemudian, salah seorang dari terduga perampok dan diketahui berinisial ABLN berhasil diringkus di depan sebuah gedung pemerintahan di Jalan Ferdinand Lumban Tobing (FL Tobing) Sibolga.

“Kemudian terduga perampok lainnya, berinisial AAP berhasil diringkus pada keesokan harinya, Minggu (17/1) sore sekira pukul 16.00 WIB dari dalam rumahnya di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Huta Tonga-Tonga, Kecamatan Sibolga Utara,” kata Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, dalam keterangannya atas nama Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, Jumat (2/1), terkait peristiwa Bukit Tangga 100 tersebut.

Sormin mengakui, dari hasil pemeriksaan, kedua terduga pelaku, ABLN dan AAP, sudah merencanakan aksi kejahatan itu sebelumnya. Berawal saat terduga pelaku ABLN berada di tempat kerjanya dipengisian ulang air di Jalan DI Panjaitan Sibolga. Terduga pelaku ABLN lalu mengajak terduga pelaku AAP untuk men job atau melakukan aksi di Bukit Tangga 100.

“Keduanya lalu pergi mengambil sebilah parang yang biasa digunakan apabila melakukan aksi di rumah teman terduga pelaku ABLN di Bukit Tangga 100,” tutur Sormin.

Tiba di Bukit Tangga 100 pada pondok pertama, kedua terduga pelaku duduk menunggu korban. Kemudian mereka melihat di pondok kedua ada sepasang manusia berlainan jenis dan memperkirakan kalau pasangan itu sedang berpacaran. Kemudian terduga pelaku ABLN menutupi wajahnya dan berjalan menuju pondok pasangan itu. Sedangkan terduga pelaki AAP berjalan dari arah lainnya.

“Setelah tiba di pondok kedua itu, ABLN mengarahkan parang yang dipegangnya dengan tangan kanan sembari mengancam kedua korban supaya diam, jika tidak akan ditebas. Kemudian kedua korban menyerahkan HP mereka kepada kedua terduga pelaku, ABLN dan AAP ini,” ucap Sormin.

Kedua terduga pelaku perampokan, ABLN dan AAP, yang sama-sama tinggal di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Huta Tonga-Tonga, Kecanatan Sibolga Utara ini kini sudah ditahan di Ruang Tahanan Polisi (RTP) Polres Sibolga. Keduanya diancam pasal 365 ayat (2) ke 2e dan atau pasal 368 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun.

Atas nama Kapolres Sibolga, Sormin pun mengimbau kepada korban lainnya yang merasa pernah mengalami kasus yang sama sehingga harta bendanya seperti HP diambil di sekitar Bukit Tangga 100 agar datang melapor ke Polres Sibolga.

“Sebab terduga pelaku ABLN telah melakukan perbuatan yang sama sebanyak 9 kali, 4 kali bersama AAP dan 5 kali dengan temannya yang lain. Alat yang digunakannya selain parang, juga pisau dan linggis,” beber Sormin mengakhiri. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *